Pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, mengembangkan potensi, serta memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Namun, dalam kenyataannya, peserta didik memiliki karakteristik, kemampuan, latar belakang, dan kebutuhan belajar yang beragam. Perbedaan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang mampu memberikan ruang bagi semua peserta didik. Pendidikan inklusi hadir sebagai salah satu pendekatan untuk mewujudkan pendidikan yang menghargai keberagaman tersebut. Pendidikan inklusi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah reguler, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana sekolah memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh peserta didik untuk belajar dan berpartisipasi. Dalam panduan pemerintah, inklusi dipahami sebagai sebuah pola pikir yang memberikan kesempatan kepada semua anak untuk b...
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam kehidupan. Cara orang bekerja, mencari informasi, membuat tulisan, menghasilkan gambar, hingga mempelajari sesuatu kini mengalami perubahan yang begitu cepat. Dunia pendidikan tentu tidak dapat menghindar dari perubahan tersebut. Di satu sisi, kehadiran AI menimbulkan kekhawatiran. Apakah suatu saat AI akan menggantikan guru? Apakah peserta didik tidak lagi membutuhkan guru karena mereka dapat bertanya langsung kepada teknologi? Pertanyaan tersebut wajar. Namun, mungkin ada pertanyaan yang jauh lebih penting: Bagaimana guru dapat menggunakan AI untuk menjadi pendidik yang lebih baik? AI Dapat Membantu, tetapi Tidak Dapat Menggantikan Sentuhan Manusia AI mampu memberikan informasi dalam waktu yang sangat cepat. Ia dapat membantu menyusun ide, membuat rangkuman, memberikan contoh, menyusun pertanyaan, bahkan membantu guru merancang berbagai aktivitas pembelajaran. Namun, pendidikan bukan sek...